Charoen Pokphand Bagi Dividen Rp 1,93 Triliun

JAKARTA- PT Charoend Pokphand Indonesia Tbk (CPIN)

sepakat membagikan dividen kepada pemegang saham sebesar Rp 1,93 triliun atau Rp 118 per saham. Dividen yang dibayarkan tersebut sekitar 40% dari laba bersih 2018 Rp 4,55 triliun.

Presiden Direktur Charoen Pokphand Tjiu Thomas Effendy mengatakan, jadwal pembagian dividen yakni cumdate 10 Juni 2019, sedangkan pembayaran tunai 18 Juni 2019. "Nilai dividennya Rp 118 per saham," ujar dia di Jakarta, Kamis (23/5).
Sepanjang 2018, Charoen Pokphand mencetak laba bersih sebesar Rp4,55 triliun, melonjak 82% dibandingkan laba tahun 2017 yang hanya Rp2,50 triliun. Dalam setahun, perseroan berhasil meraih penjualan neto Rp 53,95 triliun hingga periode 31 Desember 2018, naik 9,29% dari Rp49,36 triliun di periode sama tahun sebelumnya.
Dari angka tersbut, beban pokok penjualan Rp 44,82 triliun naik dari Rp43,12 triliun yang membuat laba bruto menjadi Rp 9,13 triliun naik dari laba bruto Rp 6,25 triliun.
Sementara itu, laba usaha perusahan pakan ternak tersebut juga naik menjadi Rp6,48 triliun dari laba usaha Rp 3,72 triliun dan laba sebelum pajak penghasilan naik menjadi Rp 5,91 triliun dari laba sebelum pajak penghasilan Rp 3,26 triliun.
Adapun, total aset perseroan mencapai Rp 27,64 triliun hingga periode 31 Desember 2018 naik dari total aset Rp24,53 triliun hingga periode 31 Desember 2017.
Charoen Pokphand Indonesia meraih penjualan neto sebesar Rp 14,45 triliun hingga periode 31 Maret 2019, naik dari penjualan neto Rp11,85 triliun pada periode sama tahun sebelumnya.
Kenaikan beban pokok menjadi Rp12,74 triliun dari beban pokok Rp 9,86 triliun dan laba bruto turun menjadi Rp1,71 triliun dari laba bruto Rp1,99 triliun. Laba usaha turun menjadi Rp1,05 triliun dari laba usaha Rp1,39 triliun tahun sebelumnya.Laba sebelum pajak penghasilan turun menjadi Rp1,00 triliun dari laba sebelum pajak Rp1,27 triliun tahun sebelumnya.
Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk turun menjadi Rp811,54 miliar dari laba Rp992,19 miliar tahun sebelumnya. Total aset perseroan mencapai Rp28,57 triliun hingga 31 Maret 2019 naik dari total aset Rp27,65 triliun yang tercatat hingga 31 Desember 2018.

Sumber : INVESTOR DAILY